Penurunan daya laser merupakan gejala umum akibat penuaan mesin pemotong laser atau perawatan yang tidak tepat, yang secara langsung memengaruhi kualitas dan efisiensi pemotongan. Penyebab utamanya dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok: kontaminasi jalur optik, penuaan generator laser, dan kegagalan sistem pendukung periferal.
Pertama, kontaminasi jalur optik (yang paling umum terjadi). Lensa pelindung, lensa fokus, atau lensa reflektor akan mengakumulasi debu, percikan logam, atau kabut oli selama pengoperasian jangka panjang, yang menyebabkan penurunan transmisi laser. Energi laser diserap dan diubah menjadi panas, sehingga menyebabkan lensa terbakar atau daya laser melemah. Data menunjukkan bahwa sekitar 70% masalah penurunan daya disebabkan oleh kontaminasi lensa. Solusi: Bersihkan lensa setiap hari menggunakan alkohol anhidrat berkadar tinggi dan ikuti metode pembersihan yang benar.
Kedua, penurunan kinerja generator laser. Pada laser CO₂, hal ini dapat disebabkan oleh berkurangnya atau tidak seimbangnya gas kerja (seperti CO₂, N₂, He); sedangkan pada laser serat, dapat disebabkan oleh penuaan sumber pompa atau titik kopling serat optik. Kedua kondisi tersebut secara langsung menyebabkan penurunan daya keluaran. Solusi: 1. Catat waktu operasi laser dan periksa tekanan gas secara berkala atau bandingkan pola sinar laser. Jika penurunan daya sudah signifikan, ganti gas atau kirim laser untuk diperbaiki.
2. Ketiga, kegagalan sistem pendukung periferal. Kerusakan pada chiller air dapat menyebabkan suhu laser meningkat secara berlebihan (lebih dari 35°C), sehingga memicu pengurangan daya otomatis sebagai perlindungan diri. Tekanan gas bantu yang tidak mencukupi atau ketidaksejajaran pusat nozzle juga dapat mengubah kondisi transmisi jalur optik dan menyebabkan penurunan daya pemotongan aktual. Solusi: Periksa suhu yang disetel pada chiller air (disarankan 22±1°C) serta suhu air aktual, dan lakukan kalibrasi keselarasan koaksial antara jalur optik dan nozzle.
Ringkasan: Dalam proses perbaikan aktual, disarankan mengikuti prinsip "periksa bagian luar sebelum bagian dalam, bersihkan sebelum memperbaiki". Mulailah dengan membersihkan lensa dan memeriksa suhu air serta tekanan gas. Setelah lebih dari 90% penyebab umum berhasil dieliminasi, barulah lakukan pemeriksaan lebih lanjut pada sumber laser itu sendiri.
Artikel Sebelumnya:Penyebab Mesin Pemotong Laser Tiba-Tiba Tidak Mengeluarkan Sinar Laser
Artikel Berikutnya:Penyebab dan Metode Kalibrasi Posisi Fokus yang Tidak Akurat pada Mesin Pemotong Laser
Copyright © 2008-2022 Morn Laser All Rights Reserved.